Jatuhnya
pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam cerita pemimpin terkenal dunia membuat saya
berpegang pada keyakinan saya.Dialah satu satunya manusia dalam sejarah yang
berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa baik diliat dari ukuran agama maupun
ruang lingkup duniawi.
Berasal
–usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkandan menyebarkan salah satu
agama terbesar di dunia, Agama Islam.Dan saat yang bersamaan tampil sebagai seorang
pemimpin tangguh ,tulen, dan efektif.Nabi Muhammad lahir pada tahun 570 M,di kota
mekkah ,di bagian agak selatan jazirah Arabia,suatu tempat yang waktu itu merukan
daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun
ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam perjalanan
dagang di Madinah,
yang ketika itu bernama Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan.
Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak
perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh nabi. Pada
saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib
(sekarang Madinah)
untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam
perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak
tidak jauh dari Yatsrib,
dan dikuburkan di sana.Menjadi yatim piatu di umur enam tahun, di besarkan dalam
situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak
tidak jauh dari Yatsrib,
dan dikuburkan di sana.Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya,
'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal,
ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta
menggembala kambing-kambingnya di sekitar Mekkah dan
kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Lebanon,
dan Palestina).Sumber
–sumber Islam menyebutkan bahwa Nabi Muhammad seorang buta huruf.Keadaan ekonominya
baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang
janda berada.
Ketika
Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai
mempelajari ilmu
bela diri
dan memanah,
begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang.
Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu
pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah
Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar
luas dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara
barang dagangan penduduk Mekkah.Salah seseorang yang mendengar tentang kabar
adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan
adalah seorang janda
yang bernama Khadijah.
Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab.
Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai
pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah
memercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan
olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika
sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.
Seiring waktu akhirnya Muhammad
pun jatuh cinta kepada Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25
tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun, namun ia masih
memiliki kecantikan yang dapat menawan Muhammad. Perbedaan umur yang jauh dan
status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka,
walaupun pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang
gadis ketimbang janda. Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad
tetap hidup sebagai orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan
hartanya untuk hal-hal yang lebih penting.
Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama
kaum Quraisy dalam perbaikan Kakbah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy
berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad,
Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil.
Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji.
Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang
yang dapat dipercaya".
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang
percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci
sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat
itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin,
janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan
berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah
membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain,
sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq
yang berarti "yang benar".
Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat
terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya
yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira'
sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang
kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan
mencari ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan
kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia
sering berpikir dengan mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
Muhammad pertama kali diangkat
menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/
6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran
yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad
diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak
dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar
Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata: Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari
ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan
kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun
3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi
(penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut,
Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan
dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta
istrinya agar memberinya selimut.
Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati
suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga
seorang Nasrani
yaitu Waraqah bin Naufal. Waraqah banyak mengetahui
nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi.
Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah
dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs
al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan
bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.
Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara
berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan
berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat
Quran turun disertai oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari
penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi
bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qurʾān (bacaan).
Sebagian ayat Quran mempunyai tafsir atau
pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam,
hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh
Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada
Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu ada interpretasi dan
pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya,
dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat
tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para
pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan
bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.
Nabi
Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta
menunjukan, selaku kekuataan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan
bangsa arab, pengaruh kepimpinan politiknya berada posisi terdepan sepanjang
waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar