Sahabat
disini maknanya banyak, teman kerja,guru yang mengajar kita, jalinan
suami-istri termasuk anggota dalam sebuah lembaga terdapat makna pesahabatan.
Maka disaat hubungan kawan dengan kawan, guru dengan murid,suami dengan istri
atau keberadakan anggota dalam sebuah lembaga jika tidak terdapat didalamnya
makna saling memberi dan saling menerima teguran positif maka sungguh jalinan itu
bukan dirajut karena Allah SWT.
Untuk menciptakan keindahan bersahabat karena Allah
SWT disini dibutukan dua hal : Pertama adalah ghiroh, yaitu rasa mencintai
sahabatnya dan rasa tidak rela jika sahabatnya terjerumus dalam irama
menghayati makna hadits nabi”Tidak sempurna imanmu sehingga engkau benar
mencintai saudaramu seperti mencintai untuk dirimu sendiri”. Agar kita
senantiasa merasa tidak rela jika ada sahabatnya berbuat maksiat dan dimurkahi
oleh Allah SWT seperti halnya ia tidak rela jika dirinya di murkahi oleh Allah
SWT.
Kedua adalah lapang dada.Yaitu menghadirkan penghargaan kepada
saudara kita yang telah menegur dan mengingatkan kita dengan menginsyafi betapa
berharganya sebuah teguran itu. Hindari siafatnya orang-orng sombong yang jauh
dari hidayah Allah yang mudah rasa tersinggung, kecewa dan dendam disaat ada
seorang sahabat yang mengingatkan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar