Minggu, 27 Maret 2016

Tugas 1 Sofftskill Bahasa Indonesia 2

Nama : Ade Ahmad Syukron
Kelas  : 3KA27
NPM  : 10113124


1. Jelaskan pengertian penalaran, evidensi, proposisi, inferensi dan implikasi!

Penalaran.
     Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan sejenis juga akan terbentuk proposisi sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam menalar terdapat 2 jenis metode menalar yaitu, deduktif dan induktif.
         
Wujud Evidensi.
     Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.
Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.

Proporsisi.
     Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni:

Subjek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara.
Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat

Contoh:
Kalimat Semua manusia adalah fana, Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula. Adapun predikat disini diwakili oleh kata fana.

Inferensi.
     Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). Dalam inferensi terdapat 2 jenis inferensi yaitu:

  • Inferensi langsung.
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.

Contoh:
Bu, besok temanku berulang tahun. Saya diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi belum ada.
Maka inferensi dari ungkapan tersebut , bahwa tidak bisa pergi ke ulang tahun temanya.

  • Inferensi tidak langsung.
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua atau lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi lama.

Contoh:
A : Saya melihat ke dalam kamar itu.
B : Plafonnya sangat tinggi.
Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:
C: kamar itu memiliki plafon

Implikasi.
      Implikasi diwujudkan dengan pernyataan “jika-maka”. Implikasi adalah suatu pernyataan logika yang hanya akan bernilai salah ketika sebab bernilai benar  dan akibat bernilai salah.
Tetapi kita harus ingat kalau “jika A maka B” tidak sama dengan “jika B maka A” karena alur implikasi hanyalah berjalan satu arah saja.

Contoh:
“Jika lampu merah menyala maka kendaraan bermotor akan berhenti”
kalimat diatas tidak akan sama dengan :
“Jika kendaraan bermotor berhenti maka lampu merah menyala”


2. Bagaimana cara menguji data, fakta dan menilai autoritas?

Cara Menguji Data.
     Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sedangkan instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah untuk diolah atau dianalisis. Terdapat 5 metode untuk menguji data yaitu :

  • Tes.
Tes merupakan susunan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, ketrampilan, intelegensia atau kemampuan yang dimiliki oleh individu atau kelompok.Ditinjau dari sasaran atau objek yang dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam tes atau alat ukur lain. Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan instrument berupa soal-soal tes, dan soal tes terdiri dari banyak butir tes yang masing-masing mengukur satu jenis variable.

  • Angket (kuesioner).
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Kuesioner dapat dibedakan atas beberapa jenis tergantung dengan sudut pandang tertentu.

  • Interview.
Interview sering juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan adalah merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara kepada responden untuk menggali informasi.

  • Observasi.
Didalam pengertian psikologi, observasi atau pengamatan adalah merupakan seluruh kegiatan pengamatan terhadap objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi observasi dapat dilakukan dengan penciuman, penglihatan, pendengaran, peraba dan pengecap. Pengamatan dengan menggunakan indra disebut pengamatan langsung.
Di dalam penelitian observasi dapat dilakukan dengan menggunakan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara dan lain-lain.

  • Dokumentasi.
Dokumentasi, berasal dari kata dokumen yang artinya semua barang-barang yang yang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi , peneliti menyelidiki benda benda tertulis seperti buku, notulen rapat, catatan, peninggalan benda purbakala yang merupakan symbol symbol atau gambar. instrumen dalam penelitian mempunyai kedudukan yang sangat penting karena benar tidaknya data yang dikumpulkan akan tergantung dari baik tidaknya instrument pengumpul data. Setelah instrument dirancang maka sebelum digunakan sebaiknya peneliti melakukan uji coba lebih dulu untuk mengetahui apakah responden bisa memahami pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner.


Cara Menguji Fakta.
       Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
        
  • Konsisten.
Konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dengan sintaksis. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model; ini digunakan dalam arti logika tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan

  • Koherensi.
Koherensi merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkannya. Ada beberapa penanda koherensi yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya penambahan (aditif), rentetan (seri), keseluruhan ke sebagian, kelas ke anggota, penekanan, perbandingan (komparasi), pertentangan (kontras), hasil (simpulan), contoh (misal), kesejajaran (paralel), tempat (lokasi), dan waktu (kala)


Cara Menilai Autoritas.
Menghindari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan atau hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :

  •  Tidak mengandung prasangka.
Pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli ata didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.

  • Pengalaman dan pendidikan autoritas.
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.

  • Kemashuran dan prestise.
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.

  • Koherensi dengan kemajuan.
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.


3. Mengapa penalaran menjadi komponen penting dalam menyusun sebuah penelitian? Jelaskan menurut  anda!
karena diperlukan penalaran yaitu proses berfikir tentang penelitian yang akan kita amati dengan logis, ilmiah dan sesuai fakta.


4. Jelaskan perbedaan berfikir deduktif dan berfikir induktif. Dan masing-masing berikan contoh!

Penalaran Deduktif.
     Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian  khusus.

Contoh:
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah usus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Penalaran Induktif.
     Paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.

Selasa, 05 Januari 2016

Tugas Softskill 2 : Proposal Sederhana

 Perhotelan Berbasis Web


1.1. Latar Belakang
Internet merupakan teknologi yang memiliki cakupan sangat luas. Di mana internet terhubung secara online tanpa mengenal batas waktu dan tempat. Dalam hal ini, bila perusahaan dibidang property terutama perhotelan menggunakan internet dalam sistem informasinya  maka akan memberikan kemudahan bagi para pelanggan maupun karyawan dalam mendapatkan dan juga mengelola informasi maupun transaksi yang dibutuhkan.
Di era globalisasi kini biasa persaingan dalam bidang property terutama perhotelan sangat ketat, oleh karena itu  diperlukan suatu sistem informasi pemasaran maupan transaksi yang sangat efektif demi menunjang persaing dibidang proreti khususnya  perhotelan. Dalam pelaksanaan proses pemasaraan dan transaksi seharusnya mengandalkan ketepatan, kecepatan, kemudahan dalam bertransaksi maupun pemasaraaannya.
Oleh sebab itu disini Saya mengajukan kepada bapak / Ibu sebuah proposal pengadaan Sistem informasi Perhotelaan Berbasis Web yang terdiri dari Sistem Informasi Profile Hotel , Sistem Informasi fasilitas Hotel, Sistem Informasi Transaksi Pemakian Fasilitas Hotel, Sistem informasi Booking dan Sistem informasi Layanan Pelanggan. Mudah-mudahan dengan pengajuan proposal ini kiranya Perusahaan bapak / ibu pimpin bisa menjalin kerjasama dengan kami demi memenjukan usaha dibidang property yang bapak/ibu pimpin.

1.2. Maksud dan Tujuan
Adapun Maksud dan tujuan dalam pembuatan Sistem informasi Perhotelaan Berbasis Web Web Antara lain :

Maksud  :

1.      Menawarkan solusi untuk dalam memasarkan hotel agar daya saing hotel terterjaga.
2.      Merencanakan pembangunan Sistem informasi Perhotelaan Berbasis Web Web demi meningkatkan jumlah pengunjung hotel.
Tujuan :
1.      Memudahkan Manajeman Hotel dalam memberikan informasi yang lengkap dan detail kepada Pelanggan tentang Fasilitas  yang disediakan dan ditawarkan oleh Hotel , sehingga Pelangga mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat mengenai hal tersebut.
2.      Memudahkan Manajeman dalam melakukan proses pengelolaan transaksi yang terjadi di Hotel sehingga selain Pelanggan dapat Memesan Penginapa secara Offline, Pelanggan dapat Memesan Penginapan secara online melalui internet
3.      Memperluas pemasaran dan promosi dengan media online supaya menambah popularitas dari Hotel tersebut.

1.3. Ruang Lingkup Pekerjaan

1.3.1  Pengembangan

            Pengembangan sistem adalah serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk membangun sebuah solusi sistem informasi untuk sebuah masalah atau kesempatan bisnis.Pada pengengmebng system ini menggunkan pemograman Macromedia Dremeaver 8 dan data base MySql,adapun tahap dalam pengembangan system tersebut.
Pengembangan sistem (sistem development)
a.       Analisis sistem (sistem analysis)
Penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui.
b.      Desain sistem secara umum (general system design)
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
c.       Penilaian sistem (sistem evaluation)
Hasil desain sistem secara umum tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen apakah melanjutkan pengembangan sistem yang baru berdasarkan gambaran desain sistem secara umum atau menolak rancangan baru tersebut.
d.      Desain sistem terinci (detailed sistem design)
Dengan memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem baru, selanjutnya adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan harus menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.
e.        Implementasi sistem (sistem implementation)
Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.

1.3.2. Pengumpulan Data
Dalam sistem informasi ini metode pengumpulan data dengan menggunakan studi lapangan yaitu dengan melakukan peninjauan langsung Ke perusahaan guna memperoleh data – data mengenai perusahaan yang menjadi objek penelitian ada 3 cara untuk memperoleh data-data tersebut yaitu:
a)      Wawancara
Wawancara merupakan salah satu instrumen penting dalam pengumpulan data yang menggunakan studi kasus. Untuk teknik wawancara ini dikhususkan untuk para end user, yaitu administrator untuk mengetahui alur data;
b)      Studi Pustaka
Metode pengumpulan data ini dilakukan untuk mencari sumber, bahan penelitian-penelitian sebelumnya dan berbagai referensi lainnya guna mengkolaborasi berbagai data dengan berbagai konsep Web yang telah ada.
c)      Observasi
Melakukan pengumpulan data secara langsung atas semua yang   terjadi dalam perusahaan, disesuaikan dengan masalah yang dihadapi.

1.3.3.  Pemeliharan
Pada pemeliharan Sistem informasi Perhotelaan Berbasis Web Web dilakuakan 2 sistem pemeliharan yaitu dengan cara :
a.       Pemeliharan sistem secara adaptif yaitu pemeliharaan sistem secara  berkala tetapi dalam tahap awal pemakaian membutuhkan maintenence yaitu sebulan sekali kemudian setelah pemakaian selama kurang lebih 6 bulan maka hanya diperlukan maintenence yaitu 1 tahun sebanyak 2x pemeliharaan sistem.
b.      Pemeliharaan system secara koreksif yaitu pemelihran sistem dengan mengkoreksi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat sistem berjalan. Pemeliharaan korektif ini mencakup kondisi penting atau bahaya yang memerlukan tindakan segera. Kemampuan untuk mendiagnosa atau memperbaiki kesalahan atau malfungsi dengan cepat sangatlah berharga bagi perusahaan.

1.3.4. Pelatihan
Pada proses pelatihan akan dilakukan  dalam  2  tahap yaitu :
a.       Pada tahap pertama dilakukan sebelum Sistem di jalan secara global  dan akan dilakukan 3 kali pertemuan dimana pada tahap ini di harus para administrator harus memahi Sistem informasi Perhotelaan Berbasis Web. Web secara keseluruhan sebelum Sistem ini mulai dijalankan.
b.      Ditahap kedua yaitu setelah Sistem di terapkan ,Pada tahap ini pelatihan hanya dilakukan pada saat administrator menjalan sistem yang akan dijalankan / dalam kata lain pihak instuktor hanya akan mengawasi selama 2 kali masa masa percobaan system.

Penutup

Demikian Proposal Pengajuan yang kami buat mudah-mudah dengan dibuatnya Proposal ini bisa menjadi barang bertimbang Bapak/Ibu dalam memperbaharui Sistem Informasi yang digunakan,demi memajukan Perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin, Kiranya hanya sekian yang kami ucapakan atas perhatian kami ucapakan terima kasih.

Jumat, 13 November 2015

Tugas Bahasa Indonesia

Nama  : Ade Ahmad Syukron
NPM   : 10113124
Kelas  : 3KA27


1. Ada pepatah mengatakan bahwa “Bahasa itu lebih tajam dari sebilah pedang”. Apa maksud pepatah tersebut? Jelaskan

        Arti dari bahasa “ Lebih tajam dari pada sebilah pedang”  adalah kebiasaan seseorang dalam bertutur kata didalam masyarakat dapat menjadi sebuah senjata yang berbahaya terhadap orang lain, maksud berbahaya disini adalah melalui kata-kata maka seseorang mampu menyakiti perasaan orang lain dengan sangat mudah dengan tanpa perlu membuang energi yang banyak. Untuk itu kita sebagai makhluk yang memiliki akal fikiran sepantasnya menjaga tutur bahasa yang baik agar tidak terjadi kesalah pahaman ataupun orang yang merasa tersinggung.



2. Buatlah karangan singkat mengenai penggunaan Bahasa Indosesia di kalangan masyarakat / keluarga.

Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam lingkup keluarga sebenernya tidak terlalu intens penggunaanya. Hal itu dikarenakan kita lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang lebih santai yang tidak terlalu memperhatikan aturan bahasa indonesia. Namun hal itu tergantung dari pola hidup tiap-tiap keluarga. Kelaurga yang berasal dari kalangan terpandang baik status sosial maupun ekonominya cenderung lebih formal dalam menggunakan bahasa yang sudah di warisi turun temurun.

Tak jauh berbeda dengan penggunaan bahasa indonesia di kalangan Masyarakat umum penggunaan bahasa juga sangat bergantung dari jenis pergaulan masing-masing individu. Pergaulan yang cenderung urakan alis out of control biasanya lebih mempergunakan bahasa-bahasa kasar yang dapat memicu perseisihan,sebaliknya pergaulan orang-orang terpandang biasanya lebih memperhatikan bahasa yang mereka gunakan agar tidak memicu perselisihan yang dapat merugikan diri masing-masing dari pihak lain.
 


3. Sebutkan kelemahan dan kelebihan bila kita mempelajari Bahasa Indonesia

    Kelebihan :
     
•    Bisa digunakan untuk membuat tulisan, karya ilimiah, proposal, skripsi, dan lain lain.
      •    Bisa berkomunikasi dengan baik dan benar
      •    Bahasanya lebih terstruktur dari bahasa-bahasa di negara lain
      •    Karena Bahasa Indonesia sudah diakui di banyak negara, maka banyak negara yang mulai menggunakan bahasa ini, bahkan kurang lebih di 45 negara seperti Australia, Kanada, bahkan Amerika sudah mulai ada yang mengajarkan bahasa Indonesia.

    Kekurangan :
     
•    Bahasa ini termasuk bahasa yang sulit dipelajari, karena itu bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tersulit ke-3 di Asia
      •    Ada ungkapan-ungkapan yang digunakan seperti meja hijau, hati, tangan kanan, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut
      •    Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya seperti penggunaan EYD, penulisan kalimat yang baku, penggunaan kalimat majemuk,dan lain-lain.

Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya seperti penggunaan EYD, penulisan kalimat yang baku, penggunaan kalimat majemuk, dan lain-lain.